Berlaku 1 Januari 2027, Portal NADI Milik DSI Awasi Data Ekspor Komoditas
By Admin

Ilustrasi Batubara
nusakini.com, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan resmi beroperasi sebagai perantara tunggal untuk ekspor batu bara, minyak sawit (CPO), dan paduan besi mulai 1 Januari 2027. Kebijakan baru ini diumumkan dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada Jumat (6/11/2026).
Meskipun berstatus sebagai perantara tunggal, DSI menegaskan bahwa mereka tidak akan mengambil alih kepemilikan maupun membeli komoditas dari para eksportir. Perusahaan ini difokuskan untuk bertindak sebagai pengelola dan pengintegrasi data transaksi ekspor tingkat nasional.
CEO PT DSI, Luke Thomas Mahony, menjamin bahwa seluruh proses negosiasi, pengiriman kargo, hingga alur pembayaran tetap dilakukan langsung oleh penjual dan pembeli. Portal National Data Intelligence (NADI) nantinya akan menjadi instrumen utama yang menghubungkan seluruh pangkalan data harian transaksi tersebut.
"Sesuai dengan model perantara, Perantara Tunggal, DSI akan berinteraksi dengan penjual tanpa menghalangi ekspor, negosiasi, aliran barang, sehingga kami akan bertindak sebagai perantara," ungkap Luke. Model operasi ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para pelaku usaha terkait kelancaran bisnis komersial mereka.
Fungsi pengawasan DSI akan difokuskan untuk memantau kesesuaian harga, kuantitas, kualitas, serta memastikan alur repatriasi dana ekspor kembali ke dalam negeri. Sistem terpusat ini akan mengintegrasikan serangkaian data yang sebelumnya sudah terkumpul di berbagai kementerian terkait.
Pihak DSI juga telah menjadwalkan pengarahan teknis pada 15 November 2026 untuk menyosialisasikan tata cara penggunaan portal NADI kepada para eksportir. Setelah tahap sosialisasi selesai, pendaftaran akun dan pengunggahan dokumen administrasi perusahaan akan mulai dibuka pada 15 Desember 2026.
Uji coba sistem NADI saat ini tengah berlangsung dengan melibatkan 100 perusahaan eksportir yang mewakili separuh dari total nilai ekspor. "Kami telah memiliki 50 perusahaan pertama kami yang menguji sistem dan sekarang kami baru saja memulai 50 perusahaan berikutnya," tandas Luke mengenai progres pengujian tersebut. (*)